Perpustakaan FISIP UPN "Veteran" Yogyakarta
Pagi itu, jarum jam menunjukkan
pukul 10.00, ada seorang laki-laki
sedang duduk di depan laptop. Jari-jarinya dengan cepat menari-nari diatas keyborad. Di dekat laptop terdapat beberapa tumpukan
buku tebal yang sedari tadi ia baca. Pemandangan seperti itulah yang terlihat
di Perpustakaan FISIP setiap harinya. Di perpustakaan itu, Adit, mahasiswa
jurusan Ilmu Komunikasi, selalu berusaha menyelesaikan tugas akhirnya yang
berupa skripsi. Selain sering bertemu dengan dosen pembimbing, ia selalu datang
ke perpustakaan mencari bahan-bahan untuk skripsinya.
“Setiap harinya aku cari
bahan-bahan skripsi di sini. Mulai dari buku-buku yang bersangkutan sama judul,
skripsi-skripsi dari tahun lalu juga aku pakai buat referensi. “ kata Adit saat
ditemui di perpustakaan saat ia sedang mengerjakan revisi dari dosen
pembimbingnya, Senin, (1/5).
Perpustakaan ini setiap harinya
selalu dipenuhi dengan para mahasiswa dari jurusan Administrasi Bisnis, Ilmu
Komunikasi, dan Hubungan Internasional. Selain untuk menjadi tempat untuk
mengerjakan skripsi, perpustakaan yang temboknya dicat berwarna putih itu
digunakan mahasiswa lain untuk mengerjakan tugas kuliah.
Delly salah seorang mahasiswi
Ilmu Komunikasi mengatakan bahwa, ia jarang sekali berada di ruangan yang
sebenarnya tidak cocok dikatakan sebagai perpustakaan dikarenakan buku-buku
yang ada di perpustakaan sedikit dan fasilitas internet juga kurang memadai.
“Di perpus ini stok bukunya sedikit banget, kadang Cuma ada dua, padahal
mahasiswa di Fisip kan banyak banget.” Ujarnya saat ditemui di perpustakaan
sambil mengerjakan tugas kuliahnya.
Ruangan yang hanya diisi dengan
beberapa rak buku yang tidak tertata rapi ini terlihat sangatlah kecil dan
sumpek, meja baca juga tidak tertata rapi, laci-laci untuk menempatkan tas para
mahasiswa juga sangat sedikit. Seharusnya dengan kapasitas mahasiswa yang
banyak, pihak kampus bisa memberikan fasilitas yang lebih. Perpustakaan yang
nyaman pun bisa menambah minat baca para mahasiswa agar mereka lebih kritis dan
mempunyai banyak pengetahuan.
Jam dinding di perpustakaan sudah
menunjukkan jam 03.00 sore, tiga orang yang sedari tadi berada di meja
peminjaman buku, bersiap-siap merapikan buku-buku yang ada di meja baca. para
mahasiwa yang ada di dalam ruangan ber AC itu berjalan menuju laci tempat
menyimpan tas mereka dan segera meninggalkan ruangan tersebut.
