Senin, 02 April 2012

Tugas Penulisan Berita !

Konflik Indonesia-Malaysia di Mata SBY
Jakarta – Presiden Susilo Bambang  Yudhoyono menekankan bahwa konflik  bilateral yang terjadi antara Indonesia – Malaysia yang berkaitan dengan perbatasan wilayah maritim harus segera diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat dengan mengutamakan langkah-langkah diplomatis.
Menurut SBY ketika menyampaikan pidato di gedung istana merdeka (24/3) ketiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat dan akan mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut.
SBY menekankan bahwa “ masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat, karena berkaitan dengan kepentingan nasional kita. Memelihara hubungan baik dengan negara sahabat, apalagi dengan Malaysia, sangat penting. Tetapi, tentu kita tidak bisa mengabaikan kepentingan nasional, apalagi jika menyangkut kedaulatan dan keutuhan NKRI.”
“Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan.” tambah SBY.
Sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, dan 6,000 mahasiswa Malaysia belajar di Indonesia. Ini merupakan asset bangsa yang harus terus di bina bersama, dan juga menjadi modal kemitraan di masa depan.
Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat  dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Kita mempunyai tanggung jawab sejarah, untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini.
Hubungan Indonesia dan Malaysia merupakan pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya pondasi hubungan bilateral Indonesia - Malaysia. Ada sekitar 2 juta TKI yang bekerja di Malaysia – di perusahaan, di pertanian, dan di berbagai lapangan pekerjaan. Ini adalah jumlah tenaga kerja Indonesia yang terbesar di luar negeri. Tentu saja keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia membawa keuntungan bersama, baik bagi Indonesia maupun Malaysia.
Hubungan antara Indonesia-Malaysia harus tetap dijaga dengan baik jika tidak akan berdampak di segala bidang baik perekonomian maupun bidang-bidang lainnya di antara kedua negara tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar